Assalamu'alaikum...sobats
sl@mAt d@t@nG di Permadani coretanku..

-mPit-
Indonesia


Detik detik melaju tak terasa
tak boleh gundahi asa
masih ada yang tersisa
masih ada...
gapai citaku
puaskan secercah harapan
inginkan pijaranMu
>>> *** <<<



Dan Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Niscaya Alloh SWT Memudahkan baginya jalan ke SyurgaNYA

( H.R. Muslim )


Indonesian Muslim Blogger

Senyum-Salam-Sapa

   

[]


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed
.: Sahabat2Ku:.

 

.: LinKs :.

 




 
Wednesday, November 29, 2006
Sudah 4 bulan...

"Assalamu'alaikum..dedek bayii? pa kabar?", begitulah suamiku mengawali sapaannya setiap pagi dan sore pada janin yg ada dalam kandunganku...Alhamdulillah, gak terasa sudah 4 bulan...yaaa,dedek bayiku sudah 4 bulan dalam kandunganku. Terkadang perasaan khawatir masih tetap saja ada sampai saat ini..entahlah, mungkin karena banyak sahabat terdekat  atau bahkan guru ngajiku mengalami keguguran di usia kandungannya yang sama denganku. Tapi kini coba ku berpasrah, coba belajar kembali memaknai titipan dan anugrah dariNYa….ya, semua titipan dan anugerahNYa, akan kembali padaNYa….hanya bisa berusaha semaksimal mungkin menjaganya, menjaga kesehatan dan makan teratur agar dedek bayiku sehat dan tentunya selamat sampai akhir persalinan seperti yang didambakan setiap ibu hamil….

Oh ya, doakan yaaa…smoga di usia 4 bulan ini, Alloh meniupkan ruh yang terbaik untuk dedek bayiku..Ruh yang hatinya selalu tertaut padaNya, kelak menjadi qurrota a'yun…Allohumma Aamiiin ya Alloh…

 


Posted at Wednesday, November 29, 2006 by mPit
Comment  

 
Monday, August 07, 2006
Indonesian Bloggers Condemn Israel

 

 


Posted at Monday, August 07, 2006 by mPit
Comment  

 
Wednesday, July 26, 2006
di 2 Juli 2006, Makasi...

Makasi Banyak teruntuk sahabat-sahabatku yang telah hadir di Purwakarta, 2 Juli 2006...juga untuk sahabat-sahabatku yang tidak bisa hadir, yang senantiasa mendokakan, sungguh terasa.....Jazakumulloh...

Makasi banyak yaa.....

mPit & miSua


Posted at Wednesday, July 26, 2006 by mPit
Comments (2)  

 
Thursday, May 04, 2006
Mati....

Kegelisahan, kegetiran, kekhawatiran mungkin pernah dirasakan setiap orang...uhmmm, sudah menjadi fitrah kali ya ? teringat statement seorang sahabat; ‘ahh sudahlah, jangan murung..gak usah sedih, nikmati saja hari ini...lakukan saja yang terbaik, harap keridlaan Allah..toh esok belum tentu ada hari untuk kita’. Degg, bener juga ya? Terkadang kita terlalu pusing bagaimana menghadapi hari esok, bisa saja kita tidak lagi menikmati hari esok, mati.... bukan, bukan pesimis menghadapi hari esok, apapun kondisi hari esok, bukankah hari ini mempengaruhi hari esok??...ya, hari inilah yang menentukan hari esok..’lakukan saja yang terbaik hari ini apapun kondisinya’( Bapak Anang K.D, bukan Anang KrisDayanti lho.. )

iya juga ya bisa saja esok kita mati...atau malam ini ??  L ups, la Thazan, Innallaha Maa anna...

 

Q.S Luqman

34. Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok *). Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

*)  manusia itu tidak dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok atau yang akan diperolehnya, namun demikian mereka diwajibkan berusaha.

 

Q.S Al Ankabut

57. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.

 

Q.S Al Anbiya

35. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.


Posted at Thursday, May 04, 2006 by mPit
Comments (3)  

 
Monday, December 19, 2005
Bicara Tentang PeDe

PeDe ? Percaya Diri ? glekk...mmm bicara tentang Pe De, yukk kita simak apa sih PeDe kata orang-orang yang PeDe....

 

Dr. Akrim Ridha dalam bukunya Menjadi Pribadi Sukses mengatakan, bahwa kepercayaan pada diri sendiri (al tsiqah bi al nafs) adalah sumber potensi utama seseorang dalam hidupnya. Jika seseorang sudah tidak lagi percaya diri, misalnya tidak percaya akan cita-cita hidupnya dan keputusan-keputusan yang diambilnya serta tidak percaya akan potensi dan segala kemungkinan dari dirinya atau al iman bi dzatil, maka hilanglah seluruh sumber potensi diri mereka.

Kemudian, menurut Paul Q. Stolzt,  kepercayaan diri dapat menghasilkan tiga cara pandang seseorang ketika memandang sebuah persoalan :

§         Mereka yang Berhenti (Quitters)

Yaitu orang-orang yang tdak percaya diri memilih untuk keluar, menghindari kewajiban, mundur, dan berhenti ketika menemukan persoalan hidup atau sesuatu yang tidak diharapkan. Mereka menolak kesempatan yang diberikan untuk belajar mengatasi masalah. Mereka mengabaikan, menutupi, atau meninggalkan dorongan inti manusiawi untuk terus mendaki, yang berarti juga meninggalkan banyak hal, banyak kemungkinan yang ditawarkan oleh kehidupan.

Gaya hidup para Quitters, mereka selalu memilih jalan yang lebih datar dan lebih mudah. Ironisnya, seiring berjalannya waktu, mereka justru mengalami penderitaan yang jauh lebih pedih daripada yang ingin  mereka elakkan dengan memilih untuk tidak mendaki. Lebih memilukan lagi, sewaktu mereka menoleh ke belakang dan melihat bahwa kehidupan yang dipilihnya sendiri ternyata tidak menyenangkan, maka menjadi sinis, murung, danmati perasaannya. Mereka menjadi pemarah, frustasi, dan menyalahkan orang lain atas pilihan-pilihan yang mereka pilih sendiri. Inilah yang disebut oleh Daniel Goleman, penulis Emotional intellegence bahwa mereka tidak terbiasa menunda kepuasan. Hal lain dari para Quitters adalah mereka terbiasa mengatakan, "Seandainya...," sehingga kegagalan lebih sering disikapi dengan sekadar penyesalan dan bukan sikap proaktif untuk mengatasi masalah.

Rasululloh bersabda, " Bersungguh-sungguhlah kamu untuk mendapatkan sesuatu yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan Alloh dan jangan lemah. Dan Jika sesuatu musibah menimpamu, janganlah kamu katakan, "seandainya." Aku melakukan sesuatu pasti dulu begini dan begitu, tetapi katakanlah ia adalah takdir Alloh dan apa yang Alloh kehendaki pasti terjadi karena sesungguhnya kata " seandainya" membuka aktivitas setan".

Subhanalloh, rasululloh memperingatkan kita bahwa berandai-andai menandakan kelemahan kita dan akan dimanfaatkan setan. Hal ini juga dibenarkan John Greenleaf Whittier, "Dari semua sedih yang terucap atau tertulis kata-kata yang paling menyedihkan adalahkata : "Seandainya dulu....." Kata-kata itulah yang sering di lontarkan oleh para Quitters.

 

§         Mereka yang Berkemah (Campers)

Yaitu mereka yang cepat puas. Mereka pergi tidak seberapa jauh, lalu berkata, "sejauh ini sajalah saya mampu mendaki," Karena biasanya, mereka mengakhiri

pendakiannya dan mencari tempat yang datar dan nyaman sebagait empat bersembunyi dari situasi yang tidak bersahabat. Mereka memilih untuk menghabiskan sisa-sisa hidupnya dengan duduk disitu.

Berbeda dengan Quitters,  para Campers setidaknya telah menanggapi tantangan pendakian itu. Mereka telah mencapai tingkatan tertentu, perjalanan mereka mungkin memang mudah, atau mungkin merekatelah mengorbankan banyak haldan telah bekerja dengan rajin untuk sampai ke tempat mereka, kemudian berhenti. Pendakian yang tidak selesai itulah yang dianggap sebagai "kesuksesan". Dengan memilih berhenti dan berkemah, berarti pula sebenernya mereka tidak sukses. Hakikatnya pendakian adalah pertumbuhan dan perbaikan seumur hidup pada diri seseorang. Berhenti sebelum mati, sama dengan bunuh diri.

Gaya hidup mereka tidak jau beda dengan Quitters hanya masalah tingkatan saja. Mereka selalu berkata, "inisudah cukup baik. " Para Campers mungkin merasa cukup senang dengan ilusinya sendiri tentang "apa yang sudah ada" dan mengorbankan kemungkinan untuk melihat atau mengalami "apa yang masih mungkin terjadi"

Mereka tidak cukup percaya diri untuk terus mendaki, mencapai puncak dari prestasi. Leboh dikarenakankarena takut kehilangan kenyamanan dan kekhawatiran berlebih atas masa depan mereka.

 

§         Para pendaki (Climbers)

Yaitu orang-orang yang seumur hidupnya terus hidup untuk membuktikan dirinya pada "pendakian" tanpa menghiraukan latar belakang, keuntungan, atau kerugian, nasib buruk, maupun nasib baik, dia terus mendaki. Pernah lihat si kelinci di salah satu iklan batu baterei, kan ? Nah, seperti itulah daya juang para climbers, ia terus mendaki dengan penuh percaya diri. Ia adalah pemikir yang selalu memikirkan kemungkinan-kemungkinan dan tidak ernah membiarkan umur, jenis kelamin, ras, cacat fisik atau mental maupun hambatan lain menghalangi pendakian.

Para Climbers sangat bergairah dalam menghadapi tantangan-tantangan yang teradi. Mereka sangat memahami bahwa mencapai puncak adalah perjalanan yang tidak mudah, maka Climbers  selalu mengingat-ingat semua "Kekuatan" yang diperolehnya saat perjalanan. Jika pun sesekali mereka jatuh, mereka tidak pernah menyerah sedikitpun. Kata "berhenti" tidak penah ada dalam kamus para Climbers. Keyakinan mereka begitu besar, sehingga membuat mereka bisa bertahan meskipun orang lain sudah bersikap negatif dan sudah memutuskan bahwa jalannya tidak mungkin ditempuh.

 

OK,  r  U  Quiiters,  Campers Or Climbers  ???!

Saatnya, Instrospeki diri dengan Pede...... :P

 

(Sumber : nyonteq  :D dari tulisannya mbak Izzatul Jannah, gpp ya  mbak ?)


Posted at Monday, December 19, 2005 by mPit
Comment (1)  

 
Thursday, November 24, 2005
Tentang Sebuah Keputusan

 

Kalian smua yang ada disini (dimana ya ?? :P) ...pokoknya semuaaaa yang ada disini pastilah dihadapkan beberapa masalah, dari masalah segede semut sampe segede gajah..hem, inilah hidup. Ya ya !! Hidup.Katanya Aagym, Hidup itu adalah perpindahan dari satu masalah ke masalah lainnya. So, jika kita mampu bertahan dan mampu menyikapi masalah dengan baik..ketenangan itu akan ada. Percaya gak ?! cobain aja deh.

Tapi jangan lupa juga setiap penyelesaian masalah tidaklah terlepas dari sebuah keputusan.  Keputusan? Nah ini lah dia, yang terkadang menjadi orang tidak gentle. Yaa... terkadang orang punya banyak solusi dalam menyelesaikan suatu masalah, tetapi dia tidak berani mengambil keputusan untuk memilih solusi yang tepat dalam menyelesaikan masalah. Entah apa sebabnya. Mmm, bisa jadi dia gak berani naggung resiko dari keputusannya, atow memang dia belum layak menjadi seorang pemimpin...tapi bukankah setiap diri itu adalah pemimpin ?! (huks)  Wahh, apalagi kalo sudah jelas seseorang diberi amanah yang lebih, menjadi seorang pemimpin bagi yang lainnya...keberanian dalam mengambil keputusan seharusnya sudah menjadi hal yang biasa. OK ?!

Mari kita belajar untuk berani mengambil sebuah keputusan. OK deh mPit.

 

 

Daftar Pustaka : management proyek, Sistem Pengambilan Keputusan :D :D


Posted at Thursday, November 24, 2005 by mPit
Comment  

 
Monday, November 14, 2005
Bila Hidup Itu Cermin
Bila hidup itu cermin
Maka isyarat apa yang mampu menyiratkan hidup bahwa kehidupan itu adalah sosok kita
Atau...Sesosok kehidupan adalah penampakan dari wujud kita yang telah terpantulkan melalui lembar lembar perjalanan

Maka,
Bila hidup itu cermin
Seharusnya kita lebih mengerti dan memahami hidup apa dan bagaimana yang telah dan akan dilalui agar mampu menempatkan diri padanya

Bila hidup itu cermin
Seharusnya kita dapat bersentuhan lebih dekat padanya agar kita mengetahui  dengan jelas benar segala kekurangan yang terpantul dari cermin itu

Namun, sayang
kita sering menganggap bahwa hidup itu adalah cermin cembung yang selalu melebih-lebihkan kekurangan dan mengurang-ngurangkan segala kelebihan yang kita miliki
atau kita sering menganggap bahwa hidup itu adalah cermin cekung yang selalu memberikan kekecewaan pada apa yang dipantulkannya

Dan menganggap cermin kehidupan adalah wujud yang lari dari kenyataan

padahal kalau saja kita mampu merenungkan sejenak peristiwa yang telah kami alami,
baik yang memalukan maupun yang menyenangkan adalah cerminan diri kita yang tak sempat kita cermati bahkan luput dari pandangan mata

Cobalah mengerti, andai kita mampu melihat hidup ini seperti cermin datar yang setiap hari kita berkaca padanya, melihat noda hitam di wajah dengan jelas dan pelan-pelan mulai menutupinya dengan polesan bedak atau sekedar lotion, bukankah itu lebih mudah ?

Berapa kali kita bercermin untuk sekedar memperindah penampilan jasad ?
Namun,
ketika itu, sudahkah kita bercermin dengan kehidupan, menutupikesalahan dengan amal sholeh yang kita perbuat dan menjadikan kelebihan sebagai jalan untuk dekat dengan-NYa seperti setiap hari yang kita lakukan...

Sudahkah ?
Atau memang kita malu untuk melihat segala kekurangan kita, melalui cermin kehidupan yang ada didepan mata ?


(dikutip dari buku " Muslimah kudu Sukses")

Posted at Monday, November 14, 2005 by mPit
Comment  

 
Tuesday, November 01, 2005
LebaRaN
meNyambUnG KaSiH, meRajUt KeMurniAn HaTi b'aLasKan keIkHlasaN & b'AtapKan Do'@, sEmaSa HiduP b'SimbAh kHilaF, hArap diBasUh deNgan Maaf Taqobbalallohu Minna Waminkum, Kullu Aamiin Wa Antum bi Khoir....

Posted at Tuesday, November 01, 2005 by mPit
Comments (2)  

 
Tuesday, September 13, 2005
Judulnya apa?
adalah sebuah kerinduan yang tak tertahan
ketika teringat sebuah ketulusan yang tak kan terbalas...
belaian dan kasihnya...
butir butir nasihatnya...
Ahh, semakin rindu.


*) Emak, saat ini....sungguh sangat rindu.

Posted at Tuesday, September 13, 2005 by mPit
Comment (1)  

 
Thursday, July 14, 2005
Harus iKutan !!!!!



Haree genee mandeg nuliss ?!?@#$@$

Makanya, buruan ikutan:
Workshop Penulisan IMB Bandung

Kapan?!
Insya Allah,
Hari/Tgl : Ahad, 14 Agustus 2005
Jam : 09.00 - 16.00 WIB
Tempat : Ruang TVST Multi Media
Institut Teknologi Bandung

Siapa aja nih pembicara ahlinya?!

> M Irfan Hidayatullah (Ketua Umum FLP, Penulis)
> Jonru (Penulis artikel, Novelis, Owner Penulis Lepas)
> Arul Khan (Trainer Kepenulisan, Ketua IMB, Novelis)
> Benny Rhamdani (Penerbit MIZAN, Penulis)

Kegiatannya ada Workshop Kepenulisan, Pameran Buku, Pembahasan Karya Peserta (yang terpilih), Talkshow tentang Menulis dan Menerbitkan Karya.

Dan biayanya cukup murah banget,
Umum : Rp. 25.000,- dan
Mahasiswa : Rp. 15.000,-

Investasi pendaftaran dapat di Transfer ke:
BNI cabang Ahmad Yani Bandung
Acc. 0021312234 A/n. Tri Rahayu

Mau daftar online ?! boleeh :) klik aja di: http://www.penulislepas.com/adv/onlineform.html

For further information
Arie A. 0815 7327 1268 (arvendap@yahoo.com); Ryu Tri 0813 2010 5417 (ryu_tri@yahoo.com); Ide Hadiana 0812 214 0913 (a_hadiana@yahoo.com); Rela P. (e_klas28@yahoo.com)

Kegiatan ini atas kerjasama:

IMB, Penulislepas, Aksara Salman, Gamais ITB, MQS


Buruaan daftaar!! Jangan salahkan panitia jika tak kebagian tempat! :D


Posted at Thursday, July 14, 2005 by mPit
Comment  

Next Page